Wednesday, 18 March 2015

REM & NREM

Kali ini kita akan membahas tentang REM dan NREM, apasih pengaruh REM & NREM terhadap mimpi? sebelum itu kita harus mengenal REM dan NREM. Cekidot xD

REM (Rapid Eye Movement) : adalah siklus tidur dimana fase ini merupakan fase terakhir dari siklus tidur manusia dan kondisi normal dari tidur yang ditandai dengan gerakan cepat dan acak dari mata.Fase REM biasanya terjadi 70 – 90 menit setelah kita tertidur. Fase tidur ini lebih dalam dari NREM. Selama fase REM ini, biasanya mata bergerak-gerak/berkedut (itulah mengapa fase ini disebut rapid eye movement) dan napas menjadi lebih tidak teratur, aktifitas otak dan ritme detak jantung juga meningkat. Umumnya mimpi terjadi saat fase tidur REM. Namun otak ‘melumpuhkan’ otot-otot tubuh, khususnya tangan dan kaki, sehingga kita tidak ikut bergerak saat bermimpi.
Pada fase inilah mimpi banyak terjadi. Dapat diketahui berdasarkan aktifnya gelombang otak pada alat EEG ketika manusia memasuki fase ini. Apa yang membuat REM spesial? karena REM inilah dasar ilmu mengenai adanya fenomena Lucid Dream, panjang juga ceritnya, pada intinya, ilmuwan menyadari bahwa ketika bermimpi pun, badan kita terkadang mengalami kejadian seperti yang kita mimpikan, dan pada fase REM ini mata adalah organ tubuh yang paling terlihat ikut bergerak sesuai apa yang dilihat oleh mata pikiran dalam mimpi.

NREM (Non Rapid Eye Movement) : adalah siklus tidur dimana tidak terjadi pergerakan mata yang cukup cepat. Siklus NREM ini hampir terjadi 80% dari siklus tidur normal kita. Saat siklus NREM ini, gelombang otak melambat dan detak jantung juga. Pada fase ini, diperkirakan oleh medis, merupakan fase dimana mimpi tidak terjadi.
Non-rapid eye movement terbagi menjadi 4 tahap: N1 – N4, yang masing-masingnya lebih dalam dari yang lainnya.
  • N1 – dimulai saat kita mulai tertidur dan berlangsung dalam waktu yang sangat singkat, sekitar 5 menit. Mata bergerak sangat lambat di bawah kelopak, aktifitas otot menurun, dan pada tahap ini kita sangat mudah terbangun. Banyak orang yang merasakan sensasi seperti ‘terjatuh’ pada tahap ini, yang menyebabkan kontraksi otot secara tiba-tiba (disebut hypnic myoclonia).
  • N2 – tahap ini bisa dikatakan sebagai tahap awal saat kita benar-benar tidur, dan berlangsung antara 10-30 menit. Pada tahap ini otot tubuh menjadi sangat rileks, aktifitas otak lebih lambat, gerakan mata berhenti, detak jantung melambat dan temperatur tubuh menurun. Seseorang agak susah terbangun di tahap ini.
  • N3 & N4 – kedua tahap ini merupakan tahap paling dalam dari tidur NREM. Sangat sulit untuk terbangun pada tahap ini, dan jika terbangun kita akan mengalami disorientasi serta membutuhkan penyesuaian selama beberapa menit. Pada bagian terdalam dari tahap ini, aktifitas otak sangat lambat, dan aliran darah lebih banyak diarahkan ke otot, mengisi energi fisik tubuh.
Selama tahap tidur lelap (deep sleep) pada fase NREM, tubuh akan meregenerasi dan memperbaiki sel-sel tubuh, serta memperkuat sistem imun tubuh.
Disini kita dapat menarik kesimpulan kalau mimpi biasanya terjadi saat kita dalam kondisi REM, berarti orang yang tidak bermimpi saat tidurnya dikarenakan tidak memasuki fase REM atau karena orang tersebut tidak bisa mengingat mimpinya x_x
Makin rumit aja x_x kalau ada yang ingin menambahkan atau memberi saran kami terima dengan senang hati ^.^
Sumber: Lucid Dream (ID) & Beberapa sumber (Lupa link nya T_T)

Ads Inside Post